MTsN 7 Tabalong - Kepala Madrasah (Kamad) Hidayat, S.Ag.,M.M secara resmi melakukan pemetikan buah perdana di area kebun edukasi madrasah pada Kamis (05/02/26). Kegiatan ini merupakan puncak dari program Ekoteologi yang diinisiasi oleh para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di bawah naungan Kementerian Agama.
Program Ekoteologi ini merupakan gerakan nyata untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan pelestarian lingkungan (ekologi), sebagaimana yang terus dikampanyekan oleh Kemenag untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang hijau dan berkelanjutan.
Para peserta PPPK yang baru bertugas di madrasah ini menjadikan program Ekoteologi sebagai proyek perubahan. Mereka mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kebun keberkahan yang ditanami berbagai jenis buah-buahan seperti Jambu Kristal, Sirsak, Pepaya, Mangga, Jeruk dan Alpukat.
“Ini adalah langkah konkret dari para PPPK kita. Mereka tidak hanya membawa semangat baru dalam bekerja, tetapi juga membawa nilai-nilai ekoteologi ke dalam praktik nyata. Memanen buah hari ini adalah simbol bahwa moderasi beragama juga mencakup moderasi kita dalam memperlakukan alam,” ujar Kepala Madrasah dalam sambutannya.
Sementara itu, salah satu ASN PPPK yang saat itu melakukan penanaman pohon mengatakan bahwa kami melihat Ekoteologi bukan sekadar tugas tambahan, melainkan amanah profesi. Kami ingin membuktikan bahwa dedikasi kami tidak terbatas di dalam ruang kelas. Melalui penanaman pohon dan pemanfaatan lahan ini, kami sedang membangun 'kurikulum kehidupan' di mana siswa belajar bahwa mencintai pencipta harus sejalan dengan menjaga ciptaan-Nya.
“Ekoteologi menyadarkan kami bahwa moderasi beragama juga mencakup hubungan manusia dengan alam. Sebagai pendidik, kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengajarkan siswa bahwa setiap benih yang kita tanam adalah bentuk sedekah jariyah. Program ini mengubah cara pandang kami, sekolah bukan lagi sekadar gedung beton, tapi sebuah ekosistem yang bernapas dan harus dirawat Bersama,”tuturnya.
Hasil panen ini rencananya akan dinikmati bersama oleh seluruh warga madrasah sebagai simbol keberkahan. Kedepannya, program ini diharapkan menjadi pemicu bagi madrasah lain di bawah Kemenag untuk terus menggalakkan program hijau yang sejalan dengan visi transformasi digital dan keberlanjutan.(Rep/Ft:Rz)
