Mis Plus Ash Shiratal Mustaqim - Sebanyak 20 orang tenaga pendidik MIS Plus Ash Shiratal Mustaqim mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran di Madrasah (15/01/26).
Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan yang dilaksanakan di Gedung Sarabakawa.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman konseptual dan praktis terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) agar dapat diterapkan secara optimal dalam proses pembelajaran di madrasah.
Kepala Madrasah, Mukhlis Abdi, M.Ed., menyampaikan bahwa keikutsertaan para guru dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Keikutsertaan para guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam pembelajaran, khususnya dalam menerapkan kurikulum berbasis cinta di madrasah,” ujarnya.
Pada sesi materi pertama, Oleh Husain, S.Pd., M.Pd. selaku narasumber menyampaikan pengenalan pengelolaan teknis kurikulum madrasah serta peran strategis guru, kepala madrasah, dan pengawas dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
“Kurikulum berbasis cinta menekankan pada pengelolaan kurikulum madrasah yang humanis dan berorientasi pada penguatan karakter. Guru, kepala madrasah, dan pengawas memiliki peran strategis agar implementasinya berjalan efektif, bermakna, dan penuh nilai kasih sayang,” jelasnya.
Selanjutnya, narasumber kedua Hj. Septy Rovana, S.Pd., M.Pd. menyampaikan panduan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta secara praktis.
“Implementasi kurikulum berbasis cinta harus dimulai dari perencanaan pembelajaran. Guru perlu memahami penyusunan RPP dan administrasi pembelajaran agar proses belajar mengajar lebih terarah, ramah anak, dan selaras dengan nilai-nilai madrasah,” tuturnya.
Salah satu peserta, Ustadz Zainal, diakhir kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman baru yang aplikatif.
“Melalui bimtek ini, saya mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana menerapkan kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran sehari-hari. Semoga ke depan kami dapat mengimplementasikannya secara konsisten,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Ustadzah Lia yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan profesionalisme guru.
“Kegiatan ini sangat membantu, terutama dalam praktik penyusunan RPP dan administrasi pembelajaran. Harapannya, ilmu yang kami peroleh dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta berdampak positif pada pembentukan karakter dan akhlak peserta didik di madrasah,” pungkasnya.
Rep/Ft: Riduan
