MTsN 4 Tabalong – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, guru Bimbingan dan Konseling (BK) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Tabalong mengikuti Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) sekaligus pembentukan pengurus baru tingkat Kabupaten Tabalong, Selasa (16/9/25).
Kegiatan yang digelar di Aula kantor Kementerian Agama kabupaten Tabalong ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, Kepala Seksi (KaSi) Pendidikan Madrasah (Penmad) kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, Fasilitator Daerah BK dan diikuti 26 orang guru BK dilingkungan Kementerian Agama kabupaten Tabalong dari berbagai madrasah diantaranya delapan orang dari Madrasah Aliyah (MA) dan 18 orang dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan lima orang diantaranya adalah guru BK MTsN 4 Tabalong.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tabalong H. Sahidul Bakhri, S. Ag, MA sebelum membuka kegiatan dalam sambutannya menyampaikan harapan agar MGBK menjadi wadah pengembangan kompetensi guru BK, sehingga peran guru BK dalam mendampingi siswa semakin optimal. “Kami berharap para guru BK dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, karena keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari akademik, tetapi juga dari pembinaan karakter dan mental yang kuat,” ujarnya.
Mardiah ketua MGBK terpilih menambahkan bahwa organisasi ini akan fokus menyusun program yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. “Kami berkomitmen menjadikan MGBK sebagai forum kolaborasi, berbagi pengalaman, serta memperkuat kapasitas guru BK agar mampu menjalankan tugas utama dengan lebih profesional,” ungkapnya.
Ditempat terpisah Kepala MTsN 4 Tabalong M. Yusuf, S. Pd.I, M. Pd mengapresiasi keikutsertaan guru BK dari MTsN 4 Tabalong. “Kami sangat mendukung partisipasi guru BK MTsN 4 Tabalong dalam MGBK. Semoga melalui forum ini mereka dapat memperoleh ilmu baru, memperluas jaringan, serta membawa pulang inovasi untuk meningkatkan layanan bimbingan dan konseling di madrasah,” tuturnya.
Lebih lanjut Yusuf berharap kegiatan MGBK dapat melahirkan program-program nyata yang bisa diimplementasikan di madrasah. “Harapan kami, hasil dari musyawarah ini tidak hanya berhenti di forum, tetapi benar-benar diterapkan sehingga mampu membantu guru BK menjalankan peran strategisnya dalam membentuk generasi yang berakhlak, cerdas, dan berkarakter,” tambahnya.
Sementara itu Sarkiah, S. Pd salah satu guru BK MTsN 4 Tabalong yang mengikuti kegiatan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan MGBK, menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan, memperluas jaringan, serta meningkatkan kompetensi dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di madrasah.
"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya MGBK ini, karena melalui forum ini kami bisa saling berbagi pengalaman, strategi, serta solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi siswa. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat silaturahmi dan kerjasama antar guru BK di Kabupaten Tabalong," ungkapnya.
Sarkiah berharap kegiatan MGBK dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, baik melalui pertemuan langsung maupun secara daring, sehingga guru BK dapat terus mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan zaman.
Setelah kegiatan pembukaan, kegiatan MGBK dilanjutkan dengan pemilihan kepengurusan baru periode 2025–2030 dan membuat program kerja satu tahun kedepan. (Rep:Dyah/Ft:Halim)
