MTsN 5 Tabalong — Tim Kurikulum MTsN 5 Tabalong yang terdiri dari Agus Sartika, S.Pd., dan Mauzatil Rusjiah, S.Pd., mengikuti kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini berlangsung di Aula MAN 1 Tabalong pada Rabu (10/9/25).
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan madrasah se-Kabupaten Tabalong dengan tujuan memberikan pemahaman lebih dalam terkait konsep dan penerapan KBC dalam proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pendekatan pembelajaran yang humanis, membangun karakter, serta memperkuat hubungan positif antara guru dan peserta didik.
Agus Saryika, S.Pd., menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diadaptasi di MTsN 5 Tabalong. “Kami berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia,” ungkapnya.
Sementara itu, Mauzatil Rusjiah, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antarpendidik dari berbagai madrasah. “Dengan adanya KBC, kami semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan kepada siswa,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah praktis dalam mengimplementasikan KBC di madrasah masing-masing.
Tim Kurikulum MTsN 5 Tabalong Ikuti Sosialisasi Implementasi KBC
MTsN 5 Tabalong — Tim Kurikulum MTsN 5 Tabalong yang terdiri dari Agus Sartika, S.Pd., dan Mauzatil Rusjiah, S.Pd., mengikuti kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini berlangsung di Aula MAN 1 Tabalong pada Rabu (10/9/25).
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan madrasah se-Kabupaten Tabalong dengan tujuan memberikan pemahaman lebih dalam terkait konsep dan penerapan KBC dalam proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pendekatan pembelajaran yang humanis, membangun karakter, serta memperkuat hubungan positif antara guru dan peserta didik.
Agus Saryika, S.Pd., menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diadaptasi di MTsN 5 Tabalong. “Kami berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia,” ungkapnya.
Sementara itu, Mauzatil Rusjiah, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antarpendidik dari berbagai madrasah. “Dengan adanya KBC, kami semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan kepada siswa,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah praktis dalam mengimplementasikan KBC di madrasah masing-masing.
