MTsN 10 Tabalong – “Ketika nikmat datang, siapa yang kita ingat?” Pertanyaan penuh makna itu membuka tausyiah rutin yang disampaikan oleh H. M. Kamtari, S.S., Kepala Tata Usaha MTsN 10 Tabalong, usai salat dhuha berjamaah di Mushalla Raudhatut Thalibin, Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rohani warga madrasah untuk menumbuhkan kesadaran dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam ceramahnya, H. M. Kamtari mengangkat firman Allah SWT dalam Surah Al-Wāqi‘ah ayat 82, yang mengingatkan manusia agar tidak melupakan Sang Pemberi nikmat. Ia menegaskan bahwa nikmat yang diterima bukan sekadar karunia, tetapi juga ujian untuk melihat sejauh mana manusia bisa bersyukur, “Banyak orang hanya ingat Allah saat kesulitan, tapi lupa ketika diberi kelapangan. Padahal rasa syukur di saat senang justru menunjukkan keimanan yang kuat,” ujar Kamtari di hadapan para guru dan siswa.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga madrasah untuk membiasakan diri bersyukur dalam segala keadaan. Dengan bersyukur, kata dia, hati akan menjadi lebih tenang dan hidup terasa lebih bermakna, “Mari kita biasakan mengingat Allah kapan pun dan di mana pun. Nikmat sekecil apa pun patut disyukuri, karena di baliknya ada kasih sayang Allah SWT,” tambahnya.
Kepala MTsN 10 Tabalong, Drs. H. Rahman Noor, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan rutin ini. Menurutnya, tausyiah setelah salat dhuha berjamaah menjadi cara yang baik untuk membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang berakhlak dan berperilaku baik, “Kegiatan seperti ini bukan sekadar rutinitas, tapi juga cara untuk mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang pintar dalam pelajaran dan baik dalam sikap,” ungkap Kamad.
Suasana mushalla tampak tenang dan penuh perhatian. Para siswa menyimak dengan saksama, sementara para guru memberikan teladan dengan ikut mendengarkan di barisan depan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh keluarga besar MTsN 10 Tabalong selalu diberi kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan tugas.
Sebagai penutup tausyiahnya, Kamtari mengingatkan, “Nikmat adalah ujian yang lembut. Mari jaga hati agar tidak lalai oleh kesenangan, karena dengan bersyukur, nikmat akan terus Allah tambahkan.”
Rep/Ft: Humas
