Tanjung (MIN 8 Tabalong) Sebagai bentuk implementasi Kurikulum Cinta dalam kegiatan pembelajaran, siswa MIN 8 Tabalong melaksanakan kegiatan bercerita pada mata pelajaran kokurikuler Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dan diikuti oleh siswa kelas 6 di Mushalla Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Tabalong, Sabtu (31/01/2026).
Kegiatan bercerita ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam menumbuhkan budaya literasi lisan sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan cerita di depan umum dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta mengedepankan sikap percaya diri dan keberanian.
Guru Bahasa Indonesia MIN 8 Tabalong, Norsehan, mengungkapkan bahwa kegiatan bercerita ini merupakan bentuk nyata penerapan Kurikulum Cinta pada kokurikuler muatan Bahasa Indonesia. Menurutnya, Kurikulum Cinta tidak hanya menekankan pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui kegiatan pembelajaran yang humanis, menyenangkan, dan bermakna.
“Kegiatan bercerita ini kami laksanakan sebagai bentuk penerapan Kurikulum Cinta pada kokurikuler Bahasa Indonesia. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk mengekspresikan diri, menyampaikan gagasan, serta berani tampil di depan umum,” ujar Norsehan.
Lebih lanjut, Norsehan menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah membiasakan siswa untuk berbicara di depan umum sejak dini. Dengan sering berlatih tampil dan berbicara di hadapan teman-temannya, siswa diharapkan mampu melatih mental, mengurangi rasa takut, serta menumbuhkan keberanian dalam berkomunikasi.
Selain itu, kegiatan bercerita juga bertujuan untuk melatih rasa percaya diri siswa. Melalui pengalaman langsung tampil dan berbicara, siswa belajar menghargai diri sendiri, menerima perbedaan, serta saling memberikan dukungan satu sama lain. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Kurikulum Cinta yang menekankan sikap saling menghargai, empati, dan kasih sayang dalam proses pembelajaran.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya terampil dalam berbahasa, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan rasa percaya diri yang baik. Hal ini penting sebagai bekal mereka dalam kehidupan sehari-hari maupun jenjang pendidikan selanjutnya,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan bercerita ini, MIN 8 Tabalong terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada penguatan karakter siswa. Penerapan Kurikulum Cinta melalui kegiatan kokurikuler Bahasa Indonesia diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. (Rep/Ft:Hilmi).
