MTsN 7 Tabalong – Sebanyak 13 orang guru dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tabalong mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang bertempat digedung Informatika Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini menandai langkah baru bagi para pendidik untuk beralih dari metode mengajar konvensional menuju pendekatan yang lebih menyentuh aspek emosional dan spiritual siswa, Rabu (14/01/26)
Bimtek yang berlangsung selama 1 hari ini tidak hanya membahas administrasi pembelajaran, tetapi lebih dalam menggali sisi kemanusiaan dalam interaksi antara guru dan murid di dalam kelas.
Bagi para guru peserta, KBC menjadi pengingat bahwa peran guru bukan sekadar mentransfer ilmu (transfer of knowledge), melainkan menjadi teladan kasih (transfer of value).
Hj. Mardiana, S.Pd, salah satu peserta Bimtek, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru tentang cara menghadapi siswa yang dianggap “bermasalah”.
“Di sini kami belajar bahwa setiap perilaku anak adalah bentuk komunikasi. Lewat Kurikulum Berbasis Cinta, kami diajak untuk melihat melampaui kenakalan siswa dan menemukan luka atau kebutuhan yang belum terpenuhi dalam diri mereka,” ujarnya.
Sementara itu ditempat yang terpisah Kepala MTsN 7 Tabalong , H. Bahrul Elmi, S.Ag.MM berharap agar guru-guru yang mengikuti Bimtek ini dapat menjadi agen perubahan (change agent) di lingkungan sekolah.
“Kita ingin menciptakan sekolah yang menjadi rumah kedua bagi anak. Tempat di mana mereka merasa dicintai, dihargai, dan aman untuk melakukan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar,” jelasnya.
Hal Senada juga disampaikan Nara Sumber Husain, S.Pd.,M.Pd, bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mempersiapkan peserta didik di madrasah untuk mengamalkan nilai-nilai cinta yang berlandaskan dengan ajaran Islam untuk membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah.
“Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dibentuk guna menghadapi perubahan drastis yang terjadi untuk memutus mata rantai tragedi kemanusiaan, meningkatkan nasionalisme, mencintai alam, serta mengembalikan situasi kembali ke sunnah dan dilakukan secara masif teristem melalui madrasah. Sehingga tercipta lingkungan pembelajaran yang menyenangklan,” pungkasnya.(Rep:Rz/Ft:Ls)
