MIN 7 Tabalong – Dewan Guru MIN 7 Tabalong mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada pembelajaran madrasah tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, (15/01/26), bertempat di Gedung Saraba Kawa, Kabupaten Tabalong.
Bimtek tersebut diikuti oleh sekitar 600 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan dari berbagai satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tabalong. Seluruh dewan guru MIN 7 Tabalong turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional pendidik.
Kegiatan Bimtek diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Khusus (Cabsus) Kementerian Agama Kabupaten Tabalong. Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada guru terkait konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran di madrasah.
Dalam pelaksanaannya, Bimtek menghadirkan dua narasumber di bidang pendidikan, yaitu Husain, S.Pd., M.Pd. dan Hj. Septy Rovana, S.Pd., M.Pd. Kedua narasumber menyampaikan materi mengenai landasan Kurikulum Berbasis Cinta, strategi penerapannya, serta contoh praktik pembelajaran yang menekankan nilai empati, kepedulian, dan relasi positif antara guru dan peserta didik.
Kepala Madrasah MIN 7 Tabalong, Norhayani, S.Ag., M.M, menyampaikan bahwa keikutsertaan dewan guru dalam Bimtek ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kurikulum Berbasis Cinta memberikan perspektif baru dalam pembelajaran, terutama dalam membangun hubungan yang sehat antara guru dan siswa. Ini perlu dipahami dan diterapkan secara bertahap di madrasah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hasil Bimtek diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di MIN 7 Tabalong, sehingga nilai-nilai KBC tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Salah satu peserta Bimtek dari MIN 7 Tabalong, Rahman, selaku wali kelas IV B, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan memberikan wawasan baru bagi guru.
“Melalui Bimtek ini, kami mendapatkan gambaran bagaimana Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan dalam pembelajaran tanpa meninggalkan capaian akademik,” jelasnya.
Menurut Rahman, pendekatan KBC mendorong guru untuk lebih memahami kondisi peserta didik, baik dari sisi emosional maupun sosial, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual. (Rep/Ft : Fikri)
