MAN 1 Tabalong - Pendidik MAN 1 Tabalong, Agusnita Maulidah, S.Pd., memimpin kegiatan pembelajaran berupa praktikum pembuatan lava buatan atau magic lamp pada Mata Pelajaran Kimia untuk peserta didik kelas X, di ruang kelas MAN 1 Tabalong.
Praktikum ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami konsep reaksi kimia, perbedaan massa jenis zat, serta proses terbentuknya gas melalui kegiatan eksperimen sederhana. Dengan metode pembelajaran berbasis praktik, peserta didik diajak untuk belajar secara langsung melalui pengamatan dan pengalaman nyata.
Agusnita menjelaskan bahwa praktikum magic lamp dipilih karena mampu menarik minat belajar peserta didik dan sesuai dengan materi yang diajarkan. “Praktikum ini kami gunakan agar peserta didik lebih mudah memahami konsep kimia, karena mereka dapat melihat langsung proses reaksi yang terjadi, bukan hanya membayangkannya dari teori,” jelasnya.
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum tersebut meliputi minyak goreng, air, pewarna makanan, serta tablet effervescent. Kombinasi bahan ini menghasilkan reaksi yang menampilkan gelembung gas bergerak naik turun menyerupai aliran lava, sehingga memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran.
Lebih lanjut, Agusnita menambahkan bahwa pembelajaran melalui praktikum dapat meningkatkan keaktifan dan rasa ingin tahu peserta didik. “Saya melihat peserta didik lebih berani bertanya, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hal ini tentu berdampak positif terhadap pemahaman mereka,” ujarnya.
Kegiatan praktikum ini juga menjadi salah satu upaya MAN 1 Tabalong dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Melalui pendekatan tersebut, madrasah berharap peserta didik mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta mengaitkan ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN 1 Tabalong, H. Bahrul Elmi, S.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. “Kami terus mendorong para pendidik untuk berinovasi dalam proses pembelajaran agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Praktikum seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, dan berdaya saing,” tegasnya. (Rep/Ft:AisyaturRidha)
