Loading...
CLOSE

Persiapan Pelaksanaan TKA 2025, MAN 1 Tabalong Siapkan Strategi Teknis dan Administratif

MAN 1 Tabalong – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Asesmen Nasional dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025, MAN 1 Tabalong mengikuti kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (17/9/25). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala MAN 1 Tabalong, Drs. H. M. Rizali Hadi, bersama Wakamad Kurikulum, Agusnita Maulidah, S.Pd., Wakamad Kesiswaan, Haris Fadillah, S.S.I., Wakamad Sarana Prasarana, Adi Rakhmansyah, S.Pd., dan Operator TKA, Ari Yadi, S.A.P., bertempat di Laboratorium Komputer MAN 1 Tabalong.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) memiliki banyak manfaat dalam sektor pendidikan. Mulai dari seleksi masuk ke jenjang pendidikan lebih lanjut, pemetaan mutu antar daerah, hingga menjadi dasar evaluasi proses pembelajaran di kelas. Selain itu, data dari TKA akan memberikan bukti yang akurat bagi pengambilan keputusan yang lebih tepat, adil, dan terukur oleh berbagai pihak.

Salah satu poin penting dalam pemaparan adalah bahwa hasil TKA akan digunakan sebagai salah satu jalur seleksi masuk ke perguruan tinggi. Namun, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) menegaskan bahwa TKA tidak menggantikan SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) maupun SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), melainkan menjadi validator nilai rapor. Dengan demikian, integritas dan akurasi data peserta didik dalam proses seleksi perguruan tinggi dapat lebih terjaga.

Pada sesi tanya jawab, Wakamad Kurikulum MAN 1 Tabalong, Agusnita Maulidah, S.Pd., mengangkat sejumlah pertanyaan teknis terkait pelaksanaan TKA. Salah satunya mengenai mekanisme pembagian sesi dan ruangan ujian, serta prosedur administratif seperti persetujuan orang tua atau wali sebagai bentuk konfirmasi resmi keikutsertaan peserta didik. Ia juga menyampaikan adanya permasalahan pada peserta didik yang memilih MPP (Mata Pelajaran Pilihan) Agama, tetapi jurusan kuliah yang diinginkan justru di luar bidang tersebut, seperti Hukum. Hal ini menjadi perhatian dalam penyesuaian sistem TKA ke depan.

Agusnita juga menyoroti pentingnya fleksibilitas sistem TKA agar dapat menampung beragam pilihan peserta didik yang lintas disiplin ilmu. “Kami berharap ada kejelasan dan solusi bagi peserta didik yang memiliki kombinasi MPP dan jurusan kuliah yang tidak linier. Hal ini penting agar peserta didik tidak dirugikan dalam proses seleksi,” ujarnya saat sesi diskusi.

Menanggapi hal tersebut Rizali menyampaikan bahwa pihaknya mendukung adanya penyesuaian dan pengembangan dalam sistem TKA agar lebih adil bagi semua peserta didik. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara madrasah dan pihak penyelenggara asesmen nasional. “Kami berharap sistem seperti TKA bisa mempertimbangkan kondisi dan tujuan peserta didik yang beragam. Kebijakannya harus fleksibel, tapi tetap menjaga kualitas,” ucapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa MAN 1 Tabalong akan mendukung penuh pelaksanaan TKA 2025 dengan memastikan semua pihak terlibat secara aktif dan siap. “Kami akan memastikan guru, peserta didik, dan tim teknis memahami prosedurnya dengan baik. Kami ingin peserta didik punya peluang yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tambah Rizali.

Di sisi lain, proktor dan teknisi juga memegang peran penting dalam pelaksanaan TKA. Mereka bertanggung jawab atas kesiapan perangkat keras dan lunak, serta memastikan pelaksanaan ujian berlangsung lancar, aman, dan sesuai jadwal. Pemantauan secara real-time menjadi kunci utama untuk menghindari kendala teknis selama ujian berlangsung. Dengan koordinasi yang baik dari seluruh tim, MAN 1 Tabalong berkomitmen menyukseskan pelaksanaan TKA sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan. (Rep/Ft:AisyaturRidha)