Loading...
CLOSE

Perdalam Pemahaman Rukun dan Sunah Wudhu, Siswa MTs Ar Raudlah Tanta Lakukan Praktik

 

MTs Ar Raudlah Tanta - Untuk mengajarkan tata cara wudhu yang baik dan benar serta memperdalam pemahaman rukun dan sunah wudhu siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar Raudlah Tanta kelas VII - IX praktik wudhu langsung dan dibimbing seluruh dewan guru, Kamis (16/10/25) di tempat wudhu tiap-tiap kelas.

Kepala MTs Ar Raudlah Tanta H. Saidilah, S.Pd.MM. menyatakan kegembiraanya atas kegiatan ini. Saidilah menyatakan bahwa sebagai sekolah yang berbasis agama maka inovasi dan kreasi dalam upaya menanamkan pengetahuan keagamaan kepada siswa harus terus diupayakan sampai betul-betul dikuasai dan bisa dipertanggungjawabkan.

Visi Besar MTs Ar Raudlah Tanta yaitu Madrasah Qur'ani yang salah satu indikatornya adalah siswa bisa dan terbiasa berwudhu dengan benar adalah sebuah harapan yang harus dapat diwujudkan, apalagi hal itu menyangkut wudhu, satu hal yang merupakan syarat sahnya sholat. "Wudhu mempunyai kedudukan sangat fundamental bagi pelaksanaan sholat, maka sudah sewajarnya jika mendapat perhatian dan bimbingan yang serius" kata Saidilah.

Wudhu juga akan menjadi bekal siswa sepanjang hidupnya karena setiap orang yang sholat pasti akan berwudhu terlebih dahulu.

“Wudhu merupakan hal yang sangat fundamental dalam hubungannya dengan pelaksanaan ibadah shalat yang merupakan kewajiban kita umat Islam,” katanya.

Dalam praktik tersebut Saidilah yang juga membimbing secara langsung  memberikan arahan kepada siswa berdasarkan rukun wudhu secara bergiliran yang dimulai dari niat hingga membasuh kaki dan berdoa. Menurutnya mengajarkan wudhu secara langsung jauh lebih baik dibanding dengan hanya teori saja.

“Dengan mengajarkan wudhu langsung praktik, siswa bisa langsung aktif terlibat untuk melakukan wudhu. Jika siswa ada yang salah maka guru bisa menegurnya langsung dan membetulkannya,” tambahnya.

Terjadwal untuk kegiatan praktik wudhu kali ini adalah untuk kelas VII A sampai IX B. Kegiatan praktik wudhu dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis dibimbing Kepala Madrasah, Guru Fiqih dan seluruh dewan guru . Praktek wudhu kali ini juga menggunakan metode penilaian teman sejawat, di mana siswa saling menilai satu dengan lainya. Metode ini digunakan sebab mempunyai makna ganda, makna pertama, mengajari siswa untuk mencermati kekuranganya masing-masing, sekaligus sebagai evaluasi dirinya jika masih ada yang salah sehingga bisa diperbaiki. Makna yang ke dua adalah melatih siswa untuk berani melakukan penilaian antar siswa, berani mengoreksi dan berlapang dada juga ketika dikoreksi.

Menanggapi hal ini wakil kepala madrasah bidang kurikulum Hj. Mahjuwita, S.Ag juga mengatakan dengan praktik wudhu ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh dewan guru ketika membimbing siswa untuk berkomitmen  memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penguatan nilai-nilai keislaman. Melalui pembelajaran praktik seperti ini, diharapkan siswa semakin memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari."Semoga ini menjadi motivasi bagi guru untuk terus melakukan pembimbingan, dan semoga menjadi amal jariyah bagi para guru, Amiin" demikian Mahjuwita mengakhiri pernyataanya. (Rep/ Ft : Novita / Nabila)