Tanjung (Kemenag Tabalong) – Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, H. Rahmadianor, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Kepala Madrasah yang digelar di Aula Darul Rahman, Selasa (4/11/2025). Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya memahami dan mengoptimalkan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PPKM) sebagai instrumen peningkatan mutu manajemen pendidikan madrasah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang persiapan pelaksanaan PPKM tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung mulai pertengahan November hingga Desember 2025 di seluruh satuan pendidikan madrasah di Kabupaten Tabalong.
Menurut H. Rahmadianor, PPKM bukan sekadar penilaian administratif, tetapi merupakan proses evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi kepala madrasah dalam memimpin, mengelola, dan mengembangkan lembaga pendidikan. Melalui penilaian ini, setiap kepala madrasah diharapkan mampu mengukur sejauh mana kinerja mereka telah memenuhi standar kompetensi, mulai dari kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan, hingga sosial.
“PPKM ini pada dasarnya untuk memastikan kepala madrasah benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pemimpin pembelajaran. Bukan hanya mengurus administrasi, tetapi juga menginspirasi, menggerakkan, dan membina seluruh warga madrasah,” ujar Rahmadianor.
Ia menegaskan, manfaat utama pelaksanaan PPKM adalah peningkatan kualitas tata kelola madrasah dan penguatan akuntabilitas kinerja. Dengan adanya penilaian yang objektif dan berkelanjutan, kepala madrasah dapat mengetahui aspek-aspek yang perlu ditingkatkan sehingga berdampak langsung pada mutu layanan pendidikan kepada peserta didik.
“Melalui PPKM, kita bisa melihat potret nyata kemampuan kepala madrasah dalam memimpin lembaganya. Dari situ, pembinaan bisa lebih terarah dan pengembangan profesional kepala madrasah dapat dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Rahmadianor juga mengajak para kepala madrasah agar tidak memandang PPKM sebagai beban, melainkan sebagai alat refleksi diri dan motivasi untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.
Selain menyoroti PPKM, Rahmadianor juga mendorong perluasan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Menurutnya, pendekatan ini sangat relevan dalam membangun lingkungan belajar yang penuh kasih sayang, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan semangat belajar yang positif.
“Kurikulum Berbasis Cinta menumbuhkan suasana belajar yang damai dan menyenangkan. Guru dan kepala madrasah harus menjadi teladan dalam membangun relasi yang baik dengan peserta didik. Ketika cinta menjadi dasar, maka disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar akan tumbuh secara alami,” jelasnya.
Rahmadianor menambahkan, meski baru beberapa madrasah di Tabalong yang melaksanakan desiminasi Kurikulum Berbasis Cinta, namun hasilnya sudah mulai terlihat dalam perubahan sikap siswa dan suasana belajar yang lebih harmonis.
“Kita ingin semua madrasah di Tabalong menanamkan nilai cinta dalam pendidikan. Ketika guru dan kepala madrasah bekerja dengan hati, madrasah akan menjadi tempat tumbuhnya generasi berakhlak, cerdas, dan bahagia,” pungkasnya.
Sementara, Kepala MTsN 5 Tabalong, Hj. Siti Khairiyah, menyampaikan pentingnya tindak lanjut hasil evaluasi PPKM agar menjadi dasar perbaikan bagi setiap kepala madrasah.
“Evaluasi hasil PPKM sangat penting agar kita tahu di mana posisi kinerja kita saat ini. Dari situ kita bisa menilai aspek mana yang sudah baik dan mana yang masih perlu diperbaiki. Jadi, PPKM bukan sekadar penilaian, tapi sarana belajar bagi kepala madrasah untuk terus berkembang,” ungkap Hj. Siti Khairiyah.
Ia berharap hasil PPKM dijadikan pijakan bersama untuk meningkatkan profesionalitas dan efektivitas kepemimpinan madrasah di Tabalong.
Rakor diikuti oleh para kepala madrasah dari berbagai jenjang pendidikan serta para pengawas madrasah di Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai kasih sayang. (Rep:Sry/Ft:Mukhlis)
