Loading...
CLOSE

Pendidik MAN 1 Tabalong Perkuat Literasi Melalui Story Telling di Agenda Dispersip

 

MAN 1 Tabalong – Upaya memperluas gerakan literasi di Kabupaten Tabalong, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong menyelenggarakan kegiatan Story Telling/Bercerita bertema “Membangun Literasi Melalui Bercerita.” Bertempat di Gedung Sarabakawa pada Rabu (26/11/25), turut hadir Pendidik MAN 1 Tabalong, Nurmaliansari, SH., S.Pd.

Kepala Dispersip Kabupaten Tabalong, Hj. Norhayati, menegaskan bahwa literasi perlu didekatkan kepada masyarakat dengan cara yang humanis dan mudah diterima berbagai kalangan. Ia memandang metode bercerita sebagai sarana yang efektif untuk menggapai tujuan tersebut.“Cerita selalu punya tempat di hati masyarakat. Lewat cerita, kita dapat menyampaikan nilai, wawasan, bahkan membangun karakter. Karena itu, penguatan literasi sejalan dengan upaya menghidupkan kembali tradisi bercerita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hj. Norhayati menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menghadirkan program yang dapat menginspirasi tenaga pendidik dan pegiat literasi. “Literasi tidak cukup hanya sebatas menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan metode penyampaian yang mampu menggerakkan minat baca, berharap para pendidik dapat membawa semangat ini ke lingkungan madrasah maupun masyarakat luas.”

Dalam kesempatan tersebut, Nurmaliansari berbagi pandangannya terkait pengembangan literasi berbasis cerita. Ia menilai bahwa teknik story telling dapat membuka ruang belajar yang lebih hidup bagi peserta didik. “Bercerita bukan hanya menyampaikan alur kisah. Di dalamnya ada proses membangun imajinasi, melatih daya tangkap, dan menanamkan pesan moral. Ini yang menjadikan story telling sangat bermakna dalam pembelajaran,” ucapnya.

Plt. Kepala MAN 1 Tabalong, Drs. H. M. Rizali Hadi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi guru dalam bidang literasi sangat penting untuk memastikan proses belajar mengajar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda. “Kami memandang kegiatan ini selaras dengan komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif. Pendidik yang menguasai teknik bercerita akan mampu menghadirkan suasana kelas yang lebih inspiratif,” tuturnya.

“MAN 1 Tabalong berupaya terus mendukung berbagai program peningkatan kapasitas guru, termasuk yang berkaitan dengan literasi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, pihak madrasah optimistis budaya baca di lingkungan peserta didik akan semakin tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian mereka. Dengan demikian, MAN 1 Tabalong diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kaya akan pengetahuan dan karakter,” tambahnya. (Rep:Ida/Ft: Humas)