Loading...
CLOSE

Penceramah: Utamakan Adab Dalam Menuntut Ilmu

Tanjung (MAN 4 Tabalong) – “Adab merupakan hal yang utama kedudukanya daripada ilmu, karena tanpa adab, ilmu tidak akan bisa diterima,” kata Ustadz Majidinor dalam ceramahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Tabalong, Kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di hadiri oleh pengawas Pembina Rahmadianor, S.Pd, Camat Haruai, KUA Haruai, MUI Haruai, kepala desa Halong, kepala MTsN 5 Tabalong dan SMPN 1 Haruai serta warga madrasah, Kamis (18/9/25) di MAN 4 Tabalong

 

Dalam ceramahnya Ustadz Majidinor mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “Sesungguhnya Allah telah mendidikku dengan adab yang baik dan jadilah pendidikan adabku istimewa”.  Islam tak hanya menekankan pentingnya ilmu, akhlak mulia juga sangat penting, bahkan lebih penting lagi. “Begitu pentingnya adab dalam diri seseorang sehingga ulama berkata belajar satu bab adab lebih baik daripada engkau belajar 70 bab ilmu,” tuturnya.

 

Agam Islam mengajarkan pentingnya adab di posisi tertinggi dibandingkan dengan ilmu pengetahuan. Hal tersebut tertuang dalam pepatah Arab yang mengatakan, Al Adabu Fauqal ilmi, yang artinya adab lebih tinggi daripada ilmu.

 

 “Akhlak adalah unsur yang terpenting dalam menuntut ilmu karena itulah ciri sejati dari sikap seorang siswa terutama di lingkungan madrasah yang di harapkan memiliki nilai keagamaan yang lebih, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW oleh sebab itu menjaga adab terhadap orang yang lebih tua terutama guru-guru yang telah memberikan ilmu kepada kalian,” tuturnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, orang tua dulu sebelum mengajarkan tentang ilmu pengetahuan terlebih dahulu mereka mengajarkan dan menanamkan tentang adab atau akhlak, sehingga pada saat belajar ilmu pengetahuan selalu didasarkan pada adab.

 

“Dari Ibnu Mubarak mengatakan, barangsiapa meremehkan adab, niscaya dihukum dengan tidak memiliki hal-hal sunnah. Barang siapa meremehkan sunnah-sunnah, niscaya dihukum dengan tidak memiliki (tidak mengerjakan) hal-hal yang wajib. Dan barang siapa meremehkan hal-hal yang wajib, niscaya dihukum dengan tidak memiliki makrifah,” tambahnya.

 

Sementara kepala madrasah, Hidayat, S.Ag.,M.M menambahkan, Sebagai seorang siswa sudah seharusnya kita menjaga adab terhadap guru yang telah mendidik dan memberikan ilmu dengan penuh semangat agar anak didiknya menjadi generasi yang cerdas, berguna bagi nusa dan bangsa serta agama.

 

Selanjutnya, Hidayat juga mengatakan jasa seorang guru tidak dapat di balas dengan materi. “Jangan sampai ada siswa yang tidak memiliki adab kepada guru karena hal tersebut akan merusak mental siswa baik secara psikis atau spritual walaupun siswa itu sangat pintar dan memiliki IQ yang tinggi, sebagaimana yang di ajarkan oleh Rasulullah,” katanya.

 

Ilmu tanpa adab akan mengurangi keberkahan dari ilmu tersebut, ridha dari seorang guru kepada siswanya akan menjadikan siswa tersebut menjadi orang bermanfaat di kemudian hari.

 

“Semoga dengan himbauan ini, para siswa bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia terutama kepada para pendidik yang ada di madrasah dengan menjaga adab ketika belajar di kelas maupun di luar kelas, dan saya juga berharap kalian terus meningkatkan prestasi di bidang akademik dan keterampilan untuk mengharumkan nama madrasah kita,” harapnya. (Rep:Tini/Ft:Krida)