MTs Ar Raudlah Tanta – Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar Raudlah Tanta Norlaila, S.Pd. sebagai pembina upacara bendera Senin (13/10/25) diamanatnya mengingatkan semua peserta tentang hadits Nabi untuk menggunakan lima perkara sebelum datang lima perkara berikutnya sebagai pengingat bagi semua untuk lebih menghargai waktu dan kesempatan.
Pembina menjelaskan betapa penting pesan yang disampaikan oleh Rasul melalui hadits tersebut yang menekankan pentingnya memanfaatkan waktu yang diberikan oleh Allah. Sebagai pelajar masa muda untuk belajar dan berbuat kebaikan.
“Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara. Gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, manfaatkan masa sehatmu sebelum sakit, gunakan waktu luangmu sebelum sibuk, gunakan masa kayamu sebelum miskin, dan manfaatkan hidupmu sebelum mati,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga menambahkan bahwa pesan ini bukan hanya nasihat biasa, tetapi merupakan peringatan agar peserta didik tidak menyia-nyiakan waktu yang dimiliki. Saat masih muda dan banyak waktu luang, serta masih sehat agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu.
“Khususnya kalian para pelajar, anak-anak sekalian, jangan tunggu sampai kesempatan itu hilang. Gunakan masa muda dan luang untuk belajar dengan sebaik-baiknya, hormati guru, dan teruslah berbuat kebaikan,” lanjutnya.
Melanjutkan penjelasannya ia mengingatkan bahwa setiap perintah yang hukumnya wajib tentu bagi yang melaksanakan akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah, sebaliknya akan mendapatkan dosa bagi yang berani meninggalkan atau mengabaikan perintah tersebut. Satu diantaranya perintah menuntut ilmu, yang semua bisa dilaksanakan dengan baik dan maksimal oleh seseorang pada saat berusia muda.
“Kita tahu setiap perintah Allah baik yang wajib maupun sunah akan dicatat sebagai amal kebaikan dan mendapatkan pahala bagi muslim yang melaksanakannya, jadi menuntut ilmu juga demikian maka kita harus sungguh-sungguh dalam melakukannya. Pada usia muda seseorang biasanya juga didukung oleh waktu luang karena belum banyak kesibukan, dan kesehatan yang juga masih baik” tambahnya.
Seluruh peserta upacara tampak menyimak amanat tersebut dengan tertib. Pihak madrasah berharap, melalui amanat ini peserta didik dapat lebih disiplin, rajin belajar, dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.
Kegiatan upacara ditutup dengan doa bersama, menyanyikan lagu nasional, serta penghormatan kepada bendera merah putih. Suasana upacara berlangsung penuh khidmat dan memberikan pesan moral yang mendalam bagi seluruh peserta didik. (Rep/Ft: Novita)
