Loading...
CLOSE

MTsN 10 Tabalong Perkuat Kompetensi Guru melalui Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta

MTsN 10 Tabalong – Sebanyak 13 tenaga pendidik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tabalong mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) yang berfokus pada Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PGRI Cabang Khusus Kemenag Kabupaten Tabalong selama 3 (tiga) hari tanggal 13 s.d 15 Januari 2026, bertempat di Gedung Informasi Tabalong.

Bimtek tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, H. Sahidul Bakhri, S.Ag., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan strategis dalam membentuk karakter peserta didik madrasah yang berakhlakul karimah, “Akhlakul karimah mencakup sikap jujur, sabar, dermawan, rendah hati, serta perilaku positif lainnya yang perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan madrasah,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan penguatan konsep filosofi “Cinta sebagai Kaidah Emas Universal”, yaitu prinsip memperlakukan orang lain sebagaimana seseorang ingin diperlakukan. Nilai ini dipandang sejalan dengan ajaran agama dan nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi pembelajaran di madrasah.

Untuk memastikan implementasi KBC dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas, peserta juga memperoleh bimbingan teknis dari Husain, S.Pd., M.Pd. dan Hj. Septy Rovana, S.Pd., M.Pd.. Pada sesi praktik, Hj. Septy menekankan pentingnya penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berorientasi pada nilai kasih sayang dan empati,
“Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi harus tercermin dalam administrasi pembelajaran dan interaksi guru dengan peserta didik,” jelas Hj. Septy.

Salah satu peserta Bimtek, Hj. Nurhafizaki, S.Pd., mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut, “Kami belajar bagaimana menciptakan suasana kelas yang lebih humanis dan inklusif. Pendekatan berbasis empati ini sangat membantu guru dalam menyentuh sisi emosional siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 10 Tabalong, Drs. H. Rahman Noor, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap para guru yang mengikuti Bimtek tersebut.
“Keikutsertaan guru dalam Bimtek ini merupakan investasi penting bagi peningkatan mutu madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta sangat relevan dengan visi madrasah dalam membentuk peserta didik yang cerdas secara akademik sekaligus matang secara karakter. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara konsisten di kelas dan memberi dampak positif bagi perkembangan siswa,” ungkapnya.

Menurutnya, keikutsertaan 13 guru MTsN 10 Tabalong dalam Bimtek ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih ramah, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. “Diharapkan, nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga madrasah benar-benar menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi seluruh peserta didik,” tuturnya.

(Rep/Ft: Humas)