MTsN 10 Tabalong – Dalam rangka memperkaya pengalaman belajar peserta didik, MTsN 10 Tabalong melaksanakan kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) di Museum Lewu Hante atau Rumah Betang, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Kamis (16/10/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas VIII-A dan didampingi oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Rahmina Fitri, S.Pd.I. Tujuan kegiatan adalah memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengamati objek budaya sebagai bahan pembelajaran teks laporan hasil observasi.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmina Fitri menjelaskan bahwa metode pembelajaran luar kelas memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara nyata. “Siswa dapat mengamati langsung objek yang sedang dipelajari, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.
Wakamad Kurikulum, Hj. Sugiarti, S.Pd., memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran seperti ini sejalan dengan upaya madrasah untuk menumbuhkan semangat belajar yang aktif dan kontekstual. “Belajar di luar kelas membuat siswa lebih terlibat dan memahami makna pembelajaran secara mendalam. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa,” tuturnya.
Museum Lewu Hante, yang dikenal sebagai Rumah Betang, merupakan salah satu cagar budaya suku Dayak yang masih lestari. Arsitektur rumah panjang ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.
Salah satu peserta didik, Muhammad Rahman Firdaus, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat senang bisa belajar langsung di Rumah Betang. Kami jadi tahu bentuk rumah adat Dayak dan sejarahnya. Rasanya berbeda karena bisa melihat langsung, bukan hanya dari buku,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, pihak madrasah berharap peserta didik dapat mengembangkan wawasan budaya sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur. Pembelajaran berbasis observasi diharapkan mampu mengasah keterampilan berpikir kritis dan menulis ilmiah para siswa.
“Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut agar siswa semakin mengenal budaya bangsa dan belajar dengan cara yang menyenangkan,” tutup Rahmina.
Rep/Ft: Humas
