MTsN 10 Tabalong – MTsN 10 Tabalong berpartisipasi dalam Kegiatan Evaluasi Penyusunan Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2026 dan Persiapan Finalisasi Pagu Definitif Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan selama tiga hari, mulai Senin (15/9) hingga Rabu (17/9), di Banjarmasin dengan diikuti oleh perwakilan madrasah dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
MTsN 10 Tabalong diwakili oleh Kepala Tata Usaha, H. M. Kamtari, S.S., yang hadir membawa dokumen pendukung berupa standar biaya, volume kegiatan, serta data relevan lainnya. Partisipasi ini menjadi bentuk keseriusan madrasah dalam menyelaraskan perencanaan dan sinkronisasi anggaran tahun mendatang.
Pada hari pertama, peserta mengikuti evaluasi terhadap program strategis tahun 2025 serta arahan kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Materi ini menjadi acuan dalam menilai capaian program sebelumnya dan merumuskan kebijakan berikutnya.
Hari kedua difokuskan pada penyusunan teknis anggaran Tahun Anggaran 2026, mencakup penatausahaan Barang Milik Negara (BMN), petunjuk teknis BOS, hingga implementasi penyusunan pagu anggaran. Evaluasi terhadap pagu indikatif turut dilakukan agar penyusunan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan prioritas madrasah.
Dalam penyampaiannya, Hendra Agung Nugroho menekankan bahwa evaluasi merupakan tahap penting yang tidak boleh sekadar formalitas.
“Evaluasi dan penyusunan Pagu Indikatif 2026 harus dilakukan secara realistis, terukur, dan tepat sasaran agar mampu mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pembahasan Program, Kegiatan, dan Rencana Tindak Lanjut (PGD-RTL) sebagai strategi memastikan hasil penyusunan anggaran dapat diterapkan secara efektif di satuan kerja masing-masing.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Kalsel, Bukhari Muslim, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya tata kelola anggaran yang akuntabel dan transparan.
“Serapan anggaran tahun 2025 telah mencapai 76 persen. Laporan pelaksanaan harus disampaikan dengan baik dan terbuka. Kita berharap anggaran tahun 2026 bisa lebih optimal serta berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MTsN 10 Tabalong diharapkan mampu memperkuat perencanaan keuangan madrasah yang efektif, efisien, serta sesuai dengan kebutuhan prioritas. Dengan tata kelola anggaran yang baik, madrasah dapat terus menghadirkan pendidikan berkualitas dan melahirkan generasi berilmu yang berakhlak mulia.
Rep/Ft: Humas
MTsN 10 Tabalong Berpartisipasi dalam Evaluasi dan Finalisasi Anggaran Pendidikan 2026
MTsN 10 Tabalong – MTsN 10 Tabalong berpartisipasi dalam Kegiatan Evaluasi Penyusunan Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2026 dan Persiapan Finalisasi Pagu Definitif Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan selama tiga hari, mulai Senin (15/9) hingga Rabu (17/9), di Banjarmasin dengan diikuti oleh perwakilan madrasah dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
MTsN 10 Tabalong diwakili oleh Kepala Tata Usaha, H. M. Kamtari, S.S., yang hadir membawa dokumen pendukung berupa standar biaya, volume kegiatan, serta data relevan lainnya. Partisipasi ini menjadi bentuk keseriusan madrasah dalam menyelaraskan perencanaan dan sinkronisasi anggaran tahun mendatang.
Pada hari pertama, peserta mengikuti evaluasi terhadap program strategis tahun 2025 serta arahan kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Materi ini menjadi acuan dalam menilai capaian program sebelumnya dan merumuskan kebijakan berikutnya.
Hari kedua difokuskan pada penyusunan teknis anggaran Tahun Anggaran 2026, mencakup penatausahaan Barang Milik Negara (BMN), petunjuk teknis BOS, hingga implementasi penyusunan pagu anggaran. Evaluasi terhadap pagu indikatif turut dilakukan agar penyusunan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan prioritas madrasah.
Dalam penyampaiannya, Hendra Agung Nugroho menekankan bahwa evaluasi merupakan tahap penting yang tidak boleh sekadar formalitas.
“Evaluasi dan penyusunan Pagu Indikatif 2026 harus dilakukan secara realistis, terukur, dan tepat sasaran agar mampu mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pembahasan Program, Kegiatan, dan Rencana Tindak Lanjut (PGD-RTL) sebagai strategi memastikan hasil penyusunan anggaran dapat diterapkan secara efektif di satuan kerja masing-masing.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Kalsel, Bukhari Muslim, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya tata kelola anggaran yang akuntabel dan transparan.
“Serapan anggaran tahun 2025 telah mencapai 76 persen. Laporan pelaksanaan harus disampaikan dengan baik dan terbuka. Kita berharap anggaran tahun 2026 bisa lebih optimal serta berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MTsN 10 Tabalong diharapkan mampu memperkuat perencanaan keuangan madrasah yang efektif, efisien, serta sesuai dengan kebutuhan prioritas. Dengan tata kelola anggaran yang baik, madrasah dapat terus menghadirkan pendidikan berkualitas dan melahirkan generasi berilmu yang berakhlak mulia.
Rep/Ft: Humas
