MAN 3 Tabalong - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tabalong melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler tambahan berupa praktek pembuatan jamu rimpang kering, yang meliputi proses pembuatan, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Husnul Hatimah, selaku Owner Lulur Rempah Kelua, yang berpengalaman dalam bidang olahan herbal dan kewirausahaan. Minggu (26/10/25) di aula madrasah.
Kegiatan berlangsung di aula madrasah dengan didampingi oleh tenaga pendidik dan kependidikan serta diikuti oleh seluruh siswa-siswi MAN 3 Tabalong. Dalam sesi pelatihan, peserta didik diperkenalkan pada berbagai jenis rimpang seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur, serta cara mengolahnya menjadi produk jamu kering siap seduh yang memiliki nilai jual tinggi.
Husnul Hatimah menjelaskan bahwa peluang usaha berbasis bahan alami seperti jamu masih sangat terbuka lebar. Selain menyehatkan, produk jamu juga memiliki pasar yang luas karena tren gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat.
“Anak-anak generasi GenZ perlu belajar mengolah bahan-bahan lokal agar memiliki nilai ekonomi. Jamu bukan hanya warisan budaya, tapi juga peluang bisnis yang menjanjikan,” ungkapnya.
Kepala MAN 3 Tabalong, Drs. H. Suberiani, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kegiatan ini.
“Kami berharap dengan adanya praktek pembuatan jamu rimpang kering ini, para siswa dapat mengembangkan jiwa wirausaha. Selain belajar teori, mereka juga harus mampu mempraktikkan keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 3 Tabalong berkomitmen untuk terus mendorong siswanya agar memiliki kompetensi keterampilan dan jiwa kewirausahaan, sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Rep:Awi/Ft:Aldi
