MAN 1 Tabalong – Dalam rangka penguatan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan madrasah, dua guru BK dari MAN 1 Tabalong, Triana Rahesti, S.Pd., dan Fatria Sari, S.Psi., mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Tabalong pada Selasa (16/9/25).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Darul Rahim Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong ini diikuti oleh sebanyak 30 guru BK dari berbagai madrasah di Kabupaten Tabalong, termasuk dua orang perwakilan dari MAN 1 Tabalong. Turut hadir dalam kegiatan ini Fasilitator Daerah MGBK Tabalong.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, H. Sahidul Bakhri, S.Ag., MM., secara resmi membuka kegiatan musyawarah tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap komitmen para guru BK yang telah berperan penting dalam mendampingi peserta didik secara psikologis dan emosional. “Guru BK hari ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat curhat siswa, tetapi telah menjadi agen perubahan yang mampu mengarahkan peserta didik ke arah yang lebih baik, baik secara mental, sosial, maupun spiritual,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya membahas struktur kepengurusan baru, namun juga menjadi ajang refleksi dan evaluasi terhadap peran dan tantangan layanan konseling di madrasah. Fasilitator Daerah MGBK turut memandu sesi penyusunan program kerja, di mana peserta diajak untuk menyusun strategi dan langkah-langkah konkret yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk isu-isu kesehatan mental, karakter peserta didik, serta penggunaan teknologi dalam layanan konseling.
Plt. Kepala MAN 1 Tabalong, Drs. H. M. Rizali Hadi, menyambut baik keikutsertaan dua guru BK dari madrasahnya. Ia berharap kontribusi mereka dalam musyawarah ini mampu memperkuat implementasi program bimbingan dan konseling yang lebih kontekstual dan solutif. “Saya berharap MGBK Kabupaten Tabalong ke depan mampu menjadi pusat koordinasi yang aktif dalam peningkatan kapasitas guru BK. Kami ingin layanan konseling di madrasah tidak hanya bersifat reaktif, tetapi mampu menjadi pencegahan dan penguatan karakter peserta didik secara menyeluruh,” tegasnya.
Sementara itu, Fatria salah satu guru BK MAN 1 Tabalong yang hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa forum seperti ini sangat penting dalam mengembangkan kompetensi profesional guru BK. “Melalui musyawarah ini, kami dapat saling bertukar pengalaman dan ide-ide baru. Hal ini sangat membantu kami dalam menyusun layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang semakin kompleks,” ujarnya.
Musyawarah ditutup dengan pembentukan pengurus baru MGBK Kabupaten Tabalong periode 2025–2030 serta penetapan rancangan program kerja jangka panjang. Hasil dari forum ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam memperkuat sistem layanan bimbingan dan konseling yang lebih adaptif, komunikatif, dan relevan dengan dinamika pendidikan saat ini. Sinergi antar guru BK se-Kabupaten Tabalong diharapkan terus terjalin untuk menciptakan ekosistem pendidikan madrasah yang sehat, ramah, dan mendukung pertumbuhan peserta didik secara utuh.
“Saya berharap melalui kepengurusan baru dan program kerja yang telah dirancang bersama, guru BK dapat terus meningkatkan kompetensinya serta memberikan layanan yang lebih tepat sasaran, empatik, dan mampu menjawab permasalahan peserta didik secara efektif,” tutup Fatria. (Rep/Ft: AisyaturRidha)
