MTsN 4 Tabalong - Tim Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Tabalong menggelar rapat persiapan workshop Kurikulum Berbasis Cinta pada Rabu (1/10/25) di ruang Perpustakaan madrasah.
Kegiatan ini bertujuan mematangkan konsep dan teknis pelaksanaan workshop agar mampu meningkatkan mutu pembelajaran yang lebih humanis, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Tim KBC bersama para anggota yang terdiri dari guru lintas mata pelajaran. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai aspek penting, mulai dari susunan acara, materi workshop, hingga pembagian tugas narasumber dan panitia teknis.
Ketua Tim KBC Fidia Hastuti, S. Pd menyampaikan bahwa workshop akan dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober 2025 selama satu hari yang menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin.
Fidia menegaskan bahwa workshop ini akan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kurikulum yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter positif siswa melalui pendekatan kasih sayang, kepedulian, dan empati.
“Melalui workshop ini, kami ingin menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih dekat dengan hati siswa, sehingga mereka dapat belajar dengan penuh semangat, nyaman, dan bahagia,” ujarnya.
Diharapkannya agar seluruh guru dapat berkomitmen mengikuti kegiatan ini hingga tuntas. “Kami berharap workshop nanti bisa menjadi ruang berbagi ide dan praktik terbaik, sehingga setiap guru mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di kelas. Dengan begitu, manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh siswa,” jelas Fidia.
Kepala MTsN 4 Tabalong M. Yusuf, S. Pd. I, M. Pd menyampaikan apresiasi terhadap upaya tim KBC yang telah berinisiatif menyiapkan kegiatan ini secara matang. Ia berharap workshop tersebut benar-benar memberi dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar. Dengan Kurikulum Berbasis Cinta, siswa tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter mulia,” ungkapnya.
Kegiatan rapat diikuti dengan antusias oleh seluruh anggota tim KBC, rapat dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Tim KBC yang menyampaikan tujuan serta pentingnya persiapan workshop. Selanjutnya, peserta rapat membahas secara rinci teknis pelaksanaan mulai dari jadwal kegiatan, pemateri yang akan dihadirkan, hingga penyiapan perangkat pendukung. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dan ide dari anggota yang hadir. Rapat kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar workshop mendatang berjalan lancar dan memberi manfaat besar. (Rep:Dyah/Ft:Yadi)
