MTs Ar Raudlah Tanta - Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar Raudlah Tanta yang tergabung dalam regu Palang Merah Remaja (PMR) MTs Ar Raudlah Tanta melaksanakan praktik simulasi dasar-dasar pertolongan pertama, Kamis (13/11/25).
Kegiatan digelar diruang terbuka hijau madrasah yakni meliputi empat jenis simulasi, yaitu penanganan mimisan, luka ringan, terkilir, dan pingsan.
Kegiatan praktik simulasi ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan dasar penanganan kondisi darurat. Setiap siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang secara bergiliran untuk mendemonstrasikan kemampuan mereka dalam memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kasus yang ditentukan.
Sri Wahyuni, S.Pd dan Tedi, S.Pd sebagai Pembina PMR dan Pramuka, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian dan kesiapan siswa dalam menghadapi situasi darurat. “kegiatan simulasi ini bertujuan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan siswa dalam memberikan pertolongan pertama. Kami ingin memastikan siswa tidak hanya paham secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar. Alhamdulillah, secara keseluruhan siswa menunjukkan antusiasme dan kemampuan yang baik,” ujarnya saat memantau jalannya praktik.
Para siswa tampak serius menjalankan simulasi dengan bimbingan guru pembimbing masing-masing kelas. Setiap kelompok harus menunjukkan langkah-langkah penanganan yang tepat sesuai dengan jenis kasus yang mereka dapat, mulai dari penilaian kondisi korban hingga pemberian pertolongan yang sesuai prosedur.
Muhammad Raja Saputra, siswi kelas IX B yang berperan sebagai anggota PMR dalam simulasi kelompoknya, mengaku mendapat pengalaman berharga dari kegiatan ini. “Awalnya saya gugup karena harus berperan sebagai tim PMR, tapi ternyata seru dan bermanfaat. Saya jadi tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang sigap dan bagaimana seharusnya penolong memberikan pertolongan dengan tenang dan tepat. Ilmu ini pasti berguna untuk kehidupan sehari-hari,” ungkap Raja.
Kegiatan praktik ini berlangsung lancar dan tertib. Para siswa berhasil mendemonstrasikan kemampuan mereka dengan baik di hadapan pembimbing. Ke depan, madrasah berencana untuk terus mengembangkan pembelajaran praktis seperti ini agar siswa memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat, tidak hanya di lingkungan madrasah tetapi juga di masyarakat. (Rep:Novita/ Ft: Riska)
