MIN 4 Tabalong – Koordintar Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tabalong Muhammad Muhaimin, S.Pd.I mengikuti kegiatan bimbingan teknis Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) 1503 Tahun 2025 dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan olek Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasa Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan di Hotel Nasa Banjarmasin, 27 – 29 Nopember 2025.
Dibuka secara resmi oleh Ka. Kanwil Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin, M. Pd yang dalam arahannya meminta seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya agar apa yang menjadi tujuan kegiatan dapat dipahami untuk kemudian peaksanaan KBC berjalan di madrasah.
“Pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta adalah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan akademis dengan nilai-nilai karakter dan spiritualitas melalui aktivitas holistik,” ujar Ka Kanwil. Kamis (27/11/25).
Ia menambahkan KBC merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama menciptakan pendidikan yang bisa meciptakan generasi yang tidak hanya cerdas ilmu pengetahuan tapi juga Membentuk insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan mengedepankan cinta sebagai prinsip hidup.
“Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pembentukan karakter melalui "Panca Cinta" (cinta Allah, ilmu, diri dan sesama, lingkungan, tanah air), sedangkan Pembelajaran Mendalam fokus pada pemahaman yang komprehensif dengan mengolah pikir, hati, rasa, dan raga secara terpadu. Keduanya merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, toleran, dan bermakna bagi siswa,” tambahnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Provinsi Kalimantan Selatan Bukhari Muslim, S.Ag., M. Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa KMA 1503 Tahun 2025 merupakan pedoman pelaksanaan Kurikulum terbaru di madrasah.
“KMA ini merupakan pedoman kurikulum madrasah terbaru yang merubah KMA sebelumnya, dengan bimtek ini diharapkan kita semua mempunyai kesamaan persepsi sehingga semua madrasah siap dalam melaksanakannya yang akan dimulai pada semester genap nanti,” ujarnya.
Selain materi utama implementasi KMA 1503 Tahun 2025 dan KBC pada hari pertama diisi juga dengan materi persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Rapor Digital Madrasah (RDM) yang poin paling pentingnya adalah madrasah wajib mempunyai data yang valid agar tidak ada kejadian yang akan merugikan baik madrasah maupun peserta didiknya.
“Dari uaraian materi yang disamaikan narasumber tadi satu yang paling pneting dan merupakan kunci yatu data yang valid dan terverifikasi menjadi dasar penting dalam proses pelaksanaan TKA nanti. Oleh karena itu, koordinasi semua baik kepala madrasah, dewan guru, dan operator meruakan kunci keberhasilannya,” ujar Muhaimin memberikan tanggapan. (Rep/Ft: Amiin)
