MAN 3 Tabalong – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tabalong, Drs. H. Suberiani, M.Pd., memberikan arahan tegas kepada seluruh panitia Pelaksanaan Ujian Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Tahun Pelajaran 2025–2026 di lingkungan madrasah berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh kehati-hatian. agar memastikan segala aspek teknis dan nonteknis dipersiapkan secara maksimal sebelum ujian dimulai. Beliau menekankan pentingnya stabilitas jaringan internet serta kelancaran akses barcode soal ujian, mengingat sistem asesmen kini telah beralih ke model digital yang menuntut kesiapan infrastruktur dan ketelitian kerja panitia. Selasa (2/12/25)
Dalam arahannya, Kepala Madrasah juga mengingatkan bahwa ujian ASAS tidak hanya menjadi alat evaluasi hasil belajar peserta didik, tetapi juga cerminan kualitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Oleh sebab itu, seluruh elemen harus bekerja secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Ketua Panitia ASAS, Sahibul Burhan, S.Pd.I. Gr., bersama jajaran panitia lainnya melakukan serangkaian koordinasi dan pengecekan kesiapan ruang ujian sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan. Mulai dari kestabilan jaringan wifi, kesiapan proktor dan pengawas, hingga pengecekan ulang QR code soal ujian yang akan diakses oleh peserta. Pada hari pelaksanaan, seluruh panitia bergerak secara sistematis dari satu ruang ujian ke ruang lainnya untuk memastikan kegiatan berjalan tanpa gangguan.
“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan sesuai rencana. Peserta didik dapat mengakses soal dengan baik, dan hingga saat ini tidak ditemukan kendala yang berarti,” ungkap Sahibul Burhan. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama serta koordinasi yang solid antara panitia, proktor, pengawas, dan teknisi madrasah.
Sekretaris Panitia, Husnawati, S.Pd., turut memberikan laporan terkait kelancaran administrasi dan kesiapan dokumen pelaksanaan. Ia menjelaskan bahwa panitia telah bekerja dengan sigap dan cepat tanggap dalam menangani setiap potensi kendala. Koordinasi internal dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi langsung dan grup khusus panitia, sehingga setiap informasi dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat.
“Panitia bekerja sesuai arahan Kepala Madrasah untuk memastikan bahwa seluruh peserta didik mendapatkan pengalaman ujian yang nyaman dan tertib. Kami selalu siaga, terutama terkait isu jaringan dan kendala teknis lainnya, agar proses ujian dapat berlangsung tanpa hambatan,” ujarnya.
Ujian ASAS diharapkan dapat menjadi instrumen evaluasi yang objektif untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik setelah menjalani proses pembelajaran sepanjang semester. Dengan pelaksanaan yang rapi dan penuh kontrol, madrasah optimis bahwa hasil asesmen akan memberikan gambaran yang akurat terkait perkembangan akademik siswa.
Keberhasilan pelaksanaan ujian ini juga menjadi bukti komitmen seluruh pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memperkuat budaya kerja yang profesional di lingkungan madrasah. Diharapkan, semangat dan kekompakan ini dapat terus dipertahankan pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan lainnya di masa mendatang.
Rep:Awi/Ft:Aldi
