Loading...
CLOSE

Ka.Kemenag Tabalong Harap MGMP Ikuti Jejak MGBK untuk Pendidikan Lebih Baik

Tanjung (Kemenag Tabalong) – Musyawarah Guru Bimbingan & Konseling (MGBK) Kabupaten Tabalong menggelar pembentukan pengurus periode 2025–2030. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong, H. Sahidul Bakhri, Selasa (16/9/25) di Aula Darul Rahim.

Sebelumnya, Ketua MGBK Tabalong, Mardiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah guru BK di Tabalong saat ini sebanyak 30 orang. Ia menekankan bahwa kegiatan musyawarah sekaligus pembentukan pengurus ini bertujuan memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas peran guru BK dalam mendampingi peserta didik.

“Musyawarah ini menjadi wadah untuk mempererat sinergi, agar peran guru BK semakin optimal dalam membantu siswa menghadapi berbagai tantangan pendidikan,” ujarnya.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Tabalong, Ma’mun Bakhtiar, memaparkan bahwa jumlah madrasah di Tabalong terdiri atas 27 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 14 Madrasah Aliyah (MA). Namun, sebagian madrasah masih ada yang belum memiliki guru BK. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar layanan bimbingan konseling dapat menjangkau seluruh madrasah,” ungkapnya.

Sementara,, Kepala Kemenag Tabalong, H. Sahidul Bakhri, daam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, MGBK Tabalong menjadi pelopor pada tahun 2025 dengan menginisiasi musyawarah sekaligus pembentukan pengurus baru. Ia berharap langkah positif ini juga dapat diteladani oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di lingkup Kemenag Tabalong.

“Kami berharap MGMP juga mengadakan kegiatan serupa, karena organisasi guru ini sangat penting untuk kemajuan pendidikan,” tegasnya.

Lebih jauh, H. Sahidul mengaitkan peran guru BK dengan pelaksanaan kurikulum baru di madrasah yang menekankan penguatan karakter dan keterampilan abad 21. Menurutnya, guru BK menjadi bagian penting dalam mendampingi siswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum.

“Kurikulum baru menuntut siswa lebih kreatif, mandiri, dan berkarakter. Di sinilah guru BK hadir untuk memberikan bimbingan, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa seiring bertambahnya jumlah siswa, dinamika di madrasah semakin beragam.

“Dalam situasi ini, keberadaan guru BK sangat strategis karena berperan membantu peserta didik menghadapi berbagai persoalan akademik maupun non-akademik. Ia pun mendorong agar para guru BK memperkuat komunikasi dan saling berbagi pengalaman, sehingga layanan bimbingan konseling di madrasah semakin efektif dan berdampak positif bagi perkembangan siswa,” jelasnya..

Kegiatan musyawarah yang juga enghadirkaan Fasilitator Daerah MGBK serta guru BK se Tabalong tersebut , ditutup dengan pembentukan pengurus MGBK Tabalong periode 2025–2030, sekaligus penyusunan program kerja dalam rangka peningkatan layanan bimbingan dan konseling di madrasah se-Kabupaten Tabalong. (Rep:Sry/Ft:Halim)