Tabalong (MTsN 7 Tabalong) – Suasana khidmat menyelimuti lingkungan MTsN 7 Tabalong pada hari kedua rangkaian lomba dalam rangka perayaan Milad Madrasah, Selasa (27/01/26). Setelah dibuka dengan lomba futsal di hari pertama, agenda hari ini beralih ke nuansa religius melalui pelaksanaan Lomba Tartil Al-Qur'an dan Lomba Adzan.
Kegiatan lomba hari kedua ini dipusatkan di dua titik yakni di Musholla dan Aula madrasah. Kedua lomba ini diikuti dengan antusias oleh perwakilan dari SD/MI se-Kecamatan Muara Uya. Lomba ini bertujuan bukan sekadar mencari pemenang, melainkan sebagai wadah penguatan karakter dan kecintaan siswa terhadap syiar Islam.
Dalam Lomba Tartil yang dilaksanakan di Aula Madrasah, para peserta unjuk kebolehan dalam membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar serta lagu yang indah. Para juri menitikberatkan penilaian pada kefasihan membaca, Tajwid atau ketepatan hukum bacaan serta irama dan suara.
Ahmad Tijani yang menjadi juri dalam lomba tartil ini menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas bacaan para peserta tahun ini.
“Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak. Secara keseluruhan, teknik Fashohah dan Tajwid peserta sudah cukup baik. Namun, catatan saya untuk para peserta adalah pentingnya menjaga konsistensi mad (panjang pendek) saat mulai masuk ke irama yang tinggi. Teruslah mengasah kemampuan, karena tartil bukan sekadar lomba, tapi nafas kita sebagai Muslim,”tuturnya.
Ahmad Tijani juga menambahkan, melalui lomba tartil ini, kami berharap lahir generasi yang tidak hanya pandai membaca, tapi juga mencintai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Sementara itu, di lokasi berbeda, Lomba Adzan menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam mengumandangkan panggilan salat. Kriteria penilaian meliputi makhrajul huruf, penjiwaan, serta ketahanan napas.
Keheningan seketika pecah saat suara lantang dan merdu para peserta mulai menggema, menciptakan atmosfer yang menyejukkan bagi seluruh warga madrasah yang menyaksikan.
Mahyuni, S.Pd.I yang menjadi salah satu dewan juri lomba azan memberikan ulasan mengenai performa para peserta muadzin muda dari SD/MI se-Kecamatan Muara Uya.
“Luar biasa, beberapa peserta memiliki power dan kontrol nafas yang sangat stabil. Yang kami cari bukan hanya suara yang merdu, tapi bagaimana penjiwaan dan ketepatan makhrajul hurufnya. Adzan adalah panggilan suci, dan saya melihat para peserta tadi mengumandangkannya dengan penuh khidmat. Sedikit evaluasi pada bagian tarranum (irama) agar tidak terlalu berlebihan sehingga tidak mengubah makna bacaan,” ujarnya.
Secara umum, dewan juri memberikan tiga catatan penting untuk perkembangan bakat bagi para peserta untuk ke depannya yakni, pertama keberanian tampil di depan umum sudah sangat bagus dan perlu dipupuk terus, yang kedua perlu latihan lebih dalam pada pernafasan perut agar suara tetap stabil hingga akhir ayat atau kalimat adzan dan yang terakhir adab peserta saat naik dan turun dari panggung lomba.
Kemeriahan Milad MTsN 7 Tabalong masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan dengan berbagai perlombaan seni dan olahraga yang tak kalah menarik. Pengumuman pemenang dari seluruh rangkaian lomba rencananya akan disampaikan pada acara puncak Milad pada tanggal 5 Pebruari 2026 mendatang.(Rep:Rz/Ft:Mrd)
