Loading...
CLOSE

Efek Panas Ekstrem, MTs Ihya Ulumuddin Gelar Kegiatan Belajar SKI di Teras Halaman Sekolah

MTs Ihya Ulumuddin Bilas –  Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Bilas dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir mendorong pihak MTs Ihya Ulumuddin untuk mengambil langkah adaptif dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya tersebut adalah memindahkan kegiatan belajar jam siang mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) ke luar kelas, tepatnya di teras halaman sekolah, Sabtu, (27/9/25).

Kepala MTs Ihya Ulumuddin, Nafsi, S.Pd., menyambut baik inisiatif para guru dalam menyiasati kondisi cuaca dengan tetap mengutamakan kualitas pembelajaran.

"Kami memberi keleluasaan kepada guru untuk mencari cara terbaik dalam menyampaikan materi, termasuk belajar di luar kelas selama situasi memungkinkan. Yang penting pembelajaran tetap berlangsung aktif, aman, dan bermakna," jelasnya.

Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi kelas VII. Pembelajaran berlangsung di bawah bimbingan langsung guru mata pelajaran SKI, Hurun 'In Nahdiyah, S.Pd., yang mengusung tema "Nabi Muhammad sebagai Rahmat bagi Seluruh Alam."

Menurut Hurun, langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap suhu udara di dalam ruang kelas yang dirasa cukup panas dan membuat peserta didik kurang nyaman dalam menerima materi pelajaran.

"Kita tahu bahwa cuaca beberapa hari ini sangat panas. Demi menjaga kenyamanan dan semangat belajar siswa, saya memilih untuk mengajak mereka belajar di luar kelas, di area teras yang lebih sejuk dan terbuka," ujarnya.

Pemilihan tema “Nabi Muhammad sebagai Rahmat bagi Seluruh Alam” dianggap sangat relevan untuk membentuk karakter siswa dalam memahami nilai kasih sayang, toleransi, dan akhlak mulia yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Pembelajaran disampaikan secara interaktif dengan metode diskusi dan tanya jawab, serta diselingi dengan kisah-kisah inspiratif dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Salah satu siswa kelas VII, Zulfa Aqilla, mengaku senang dengan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas.

"Belajarnya jadi lebih menyenangkan karena tidak terlalu panas seperti di dalam ruangan. Udaranya segar, dan kami juga bisa lebih fokus mendengarkan Bu Hurun menyampaikan materi," katanya.

Langkah MTs Ihya Ulumuddin ini menjadi contoh nyata adaptasi lembaga pendidikan terhadap perubahan lingkungan tanpa mengurangi esensi pendidikan itu sendiri. Diharapkan, metode belajar seperti ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga bisa menjadi bagian dari inovasi pembelajaran yang lebih fleksibel dan ramah lingkungan ke depannya.

(Rep/Ft: Sulis)