MTsN 11 Tabalong – Madrasah Tsanawiyah Negeri 11 Tabalong berduka atas berpulangnya salah seorang peserta didik kelas VIII D, Agus Ramadhan. Sebagai wujud kepedulian, solidaritas, dan doa bersama, keluarga besar MTsN 11 Tabalong melaksanakan takziah ke rumah duka. (22/9/25)
Takziah diikuti oleh pendidik, tenaga kependidikan, seluruh siswa kelas VIII, serta perwakilan pengurus OSIM. Kehadiran rombongan tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhum agar senantiasa tabah dan sabar dalam menghadapi musibah. Pihak madrasah turut menyampaikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan Surah Yasin secara berjamaah yang dipimpin oleh Bidang Keagamaan MTsN 11 Tabalong, Muhamad Amin, S.Pd.I., kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Usai itu, rombongan bersama masyarakat sekitar melaksanakan shalat kifayah di Masjid Al Hidayah Sungai Pimping, yang dipimpin langsung oleh wali kelas almarhum, Sugianur, S.Ag.
Kepala MTsN 11 Tabalong, Fathurrahman, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kehadiran seluruh warga madrasah dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata solidaritas. “Kami hadir bersama untuk mendoakan almarhum, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga doa yang dipanjatkan dapat menjadi amal jariyah dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan takziah ini menjadi bagian dari pendidikan karakter di madrasah. “Anak-anak harus belajar bahwa madrasah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan empati, solidaritas, dan kebersamaan. Saat ada yang berbahagia, kita ikut berbahagia. Saat ada yang berduka, kita hadir untuk meringankan duka mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fathurrahman berharap melalui rangkaian doa bersama, pembacaan Yasin, tahlil, hingga pelaksanaan shalat kifayah, peserta didik dapat mengambil pelajaran berharga tentang arti kepedulian. “Harapan kami, nilai kebersamaan yang ditanamkan lewat kegiatan ini benar-benar melekat dalam diri anak-anak, sehingga kelak terbawa dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Sugianur sebagai wali kelas turut mengungkapkan rasa harunya, “Almarhum adalah anak yang baik. Sebagai wali kelas, tentu saya merasa sangat kehilangan. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, dan keluarga diberikan kesabaran. Inilah hikmah kebersamaan, bahwa doa dari guru dan teman-temannya akan terus mengalir untuk almarhum,” ungkapnya. (Rep/Ft: Murtajiah)
