Loading...
CLOSE

Cegah Perundungan, Satgas Anti-Bullying dan Tim SRA MTsN 4 Tabalong Gelar Rapat Persiapan Sosialisasi

MTsN 4 Tabalong – Dalam upaya mencegah tindakan perundungan di lingkungan madrasah, Satgas Anti-Bullying bersama Tim Sekolah Ramah Anak (SRA) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Tabalong menggelar rapat persiapan sosialisasi anti-bullying kepada seluruh siswa, Rabu (17/9/25).

Rapat yang berlangsung di ruang Kepala Madrasah(Kamad) membahas rencana teknis pelaksanaan sosialisasi, mulai dari materi yang akan disampaikan, metode penyampaian, hingga jadwal kegiatan. Sosialisasi direncanakan melibatkan seluruh siswa sebagai bentuk edukasi preventif agar tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Kepala MTsN 4 Tabalong M. Yusuf, S. Pd. I, M. Pd yang memimpin rapat menyampaikan bahwa dengan adanya persiapan yang matang, MTsN 4 Tabalong optimistis sosialisasi anti-bullying yang akan dilaksanakan dapat berjalan efektif serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya saling menghargai dan menjauhi segala bentuk perundungan, kita berkomitmen untuk menjadikan MTsN 4 Tabalong sebagai lingkungan yang bebas dari bullying. Melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan memahami dampak negatif perundungan serta mampu menjadi agen perubahan,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman sesaat, tetapi mampu membentuk karakter siswa yang lebih peduli, berempati, dan menghargai satu sama lain. “Harapan kami, setelah sosialisasi ini para siswa bisa mengamalkan nilai-nilai anti-bullying dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta madrasah yang benar-benar aman, nyaman, dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.

Ketua Satgas Anti-Bullying Mardiah menambahkan, bahwa pihaknya akan menggunakan pendekatan interaktif agar siswa mudah memahami pesan yang disampaikan. “Kami akan menghadirkan contoh nyata, simulasi, hingga diskusi terbuka, sehingga siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga berpartisipasi aktif,” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa sosialisasi akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2025 dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Mardiah berharap agar seluruh siswa tidak hanya memahami isi sosialisasi, tetapi benar-benar mengamalkan dalam keseharian. “Kami berharap siswa bisa menjadi pelopor terciptanya budaya saling menghargai, menguatkan solidaritas, dan bersama-sama menolak segala bentuk bullying. Dengan begitu, madrasah kita akan benar-benar menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua,” ungkapnya.

Sarkiah, S Pd ketua tim SRA menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi madrasah ramah anak. Sosialisasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi berlanjut menjadi budaya positif di kalangan siswa. “Kami berharap seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dapat bersama-sama menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, serta menjaga lingkungan madrasah agar tetap ramah anak,” ujarnya. (Rep:Dyah/Ft:Humas)