MAN 3 Tabalong – Bekali life skill dan berjiwa wirausaha Siswa kelas XII Agama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tabalong melaksanakan praktik memasak dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU), Kegiatan ini dipandu oleh guru mata pelajaran PKWU, Rina Zulhida, S.Pd., Gr., dan diikuti seluruh siswa kelas XII Agama dengan penuh antusias. Sabtu (14/2/26), di ruang kelas.
Praktik memasak tersebut bertujuan membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills) sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan menjelang kelulusan. Dalam kegiatan ini, siswa terlibat langsung mulai dari tahap perencanaan menu, menyiapkan bahan, proses pengolahan makanan, hingga penyajian.
Rina Zulhida menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman nyata kepada siswa, sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui praktik ini, siswa belajar bekerja sama dalam tim, bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing, serta memahami proses produksi makanan yang memiliki nilai jual. Ini menjadi bekal penting bagi mereka, baik untuk kehidupan pribadi maupun peluang usaha,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membuat menu sederhana yang bernilai jual. Selain memasak, mereka juga diajarkan menghitung estimasi modal, menentukan harga jual, serta memperkirakan keuntungan. Hal ini bertujuan agar siswa memahami dasar-dasar kewirausahaan secara komprehensif.
Kepala Madrasah, Drs. H. Suberiani, M.Pd., turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keterampilan memasak merupakan kemampuan dasar yang penting dimiliki setiap siswa sebagai bekal kemandirian.
“Saya mengapresiasi kegiatan praktik ini dan peran guru yang telah membimbing siswa dengan baik. Pembelajaran seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Salah satu siswa kelas XII Agama, Zufa Humaira, mengaku kegiatan praktik memasak menjadi pengalaman berharga yang meningkatkan rasa percaya dirinya.
“Kami belajar langsung, jadi lebih percaya diri dan tertarik mencoba usaha makanan. Kami juga belajar membagi tugas, mengatur waktu, dan bekerja sama. Pengalaman ini bisa kami terapkan di rumah maupun di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.
Keterampilan dan pengalaman yang diperoleh siswa dinilai memiliki manfaat jangka panjang. Selain dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan tersebut juga berpotensi membantu perekonomian keluarga melalui usaha kecil di bidang kuliner.
Melalui pembelajaran berbasis praktik seperti ini, MAN 3 Tabalong terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kemandirian, serta kesiapan berkontribusi di tengah masyarakat.
(Rep: Awi/Ft: Aldi)
