Loading...
CLOSE

ASAS Ganjil 2025/2026 Resmi Dimulai di MTsN 11 Tabalong

 

 

MTsN 11 Tabalong – Madrasah Tsanawiyah Negeri 11 Tabalong melaksanakan hari pertama Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia serta Al Qur’an Hadits. (24/11/25) Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

 

Ketua Panitia ASAS, Muhamad Amin, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan pada hari pertama berjalan dengan baik dan sesuai rencana. "Alhamdulillah pelaksanaan hari pertama ASAS berlangsung lancar. Walaupun ada sedikit kendala dari beberapa peserta, semuanya dapat segera diatasi sehingga kegiatan tetap berjalan kondusif," ujarnya. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat, baik guru pengawas maupun panitia teknis.

 

Dalam pelaksanaan ASAS tahun ini, madrasah tetap menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) sebagai metode penilaian. Sistem tersebut dibuat agar peserta dapat berkonsentrasi penuh dalam menjawab soal tanpa kesempatan membuka aplikasi lain selama ujian. Selain itu, peserta juga tidak diizinkan menggunakan layar ganda selama proses asesmen berlangsung.

 

Panitia menetapkan aturan bahwa peserta hanya diberi toleransi satu kali pemblokiran sistem apabila keluar dari aplikasi ujian. Jika terjadi lebih dari satu kali, maka status pengerjaan akan dianggap bermasalah dan perlu penanganan panitia.

 

Muhamad Amin menjelaskan, “Pada pelaksanaan ASAS tahun ini, kami menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang sudah dilengkapi penguncian aplikasi sehingga peserta tidak dapat membuka aplikasi lain selama ujian. Kami juga menetapkan aturan satu kali toleransi pemblokiran sistem untuk mengantisipasi pelanggaran dan memastikan asesmen tetap berjalan sesuai ketentuan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala MTsN 11 Tabalong, Fathurrahman, S.Pd.I., menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari proses evaluasi pembelajaran yang harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh peserta didik. “Asesmen ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi alat ukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap pembelajaran selama satu semester,” tuturnya.

 

Beliau juga menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan ujian. “Kami berharap peserta didik mengikuti asesmen dengan jujur, disiplin, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Nilai tinggi tidak akan berarti jika diraih dengan cara yang tidak sesuai," tambahnya.

 

“Selain itu, pihak madrasah terus memastikan suasana pelaksanaan asesmen berjalan tertib dan nyaman sehingga siswa dapat berkonsentrasi dengan baik. Kami berharap pelaksanaan ASAS pada hari-hari berikutnya berjalan lebih baik dan memberikan hasil yang optimal bagi seluruh peserta didik serta madrasah,” tutupnya. (Rep/Ft: Murtajiah)